h1

Satu Kritikaan buat Pemkot Padang

Juli 12, 2008

Liburan semester kali ini, pantai padang lagi2 salah satu tujuan liburan ku. Dan sekali lagi apa yang saya harapkan denga sedikit cacat yang mungkin tidak diperhatikan pemerintah kota Padang dan masyarakatnya sendiri. Bagaimana Tidak?? Pantai yang sudah terkikis oleh abrasi tidak sedikitpun dipelihara kebersihannya. Sejauh mata saya memandang ketika menyusuri pantai hanya bertebar sampah 2 yang sangat tidak enak di lihat mata, dan bila saya analisis sampah2 terebut adalah hasi dari produki warga pantai sekitar.

Jujur sebagai warga Padang saya malu. Bagaimana tidak, pantai merupakan satu – satunya objek wisata yang dimiliki padang saat ini, dan anugerah Tuhan itu dengan mudahnya dirusak oleh warga Padang itu sendiri dan Pemerintah kota juga tidak tegas membuat regulasi agar warga mau bahu membahu membenahi kota. saya heran kok bisa ya Padang dapat Adipura dan dengan bangganya Walikota Padang mengaraknya kliling kota. Mungkin para juri atau pengamatnya hanya melihat jalan2 kota atau spot2 tertentu yang memang di srategikan buat dinilai dengan baik. Hmmmmm

Ditambah lagi, fasilitas di pantai Padang yang semakin memperburuk suasana, setau saya sebelum kuliah di bandung, Pemerintah Kota sudah menyulap pantai Padang dengan berbagai renovasi dan menertibkan para streetvendor alias PKL di satu titik. Tapi kemarin, yang saya lihat tepi pantaiu sudah penuh dengan PKL yang menjajakan makanan dan fasilitas2 seperti bangku2 pantai, lampu, dan lainnya rusak seperti disengaja. Sungguh ironis apa yang saya liat, ditambah dengan begitu banyak pengamen yang didominankan oleh anak2, dan sekali lagi, SUNGGUH SAYANG mereka mengamen dengan penuh paksaan (memksa agar kita memberi mereka uang) klo tidak untaian kata2 kotor keluar dari mulutnya. Sungguh itu membuat saya terhenjat.

Dimana [peran pemerintah kota selama ini. mereka hanya bisa membangun dan sudah tau warganya tidak taat aturan tapi tidak satupun staf keamanan maupun kebersihan yang saya lihat disana. Malahan tukang parkirnya adalah warga (saya g tau, lebih mirip preman sih), yang nyata2 meminta retribusi parkir seenaknya dan bisa saja kemudian sosok lain lagi yang memintanya.

Katanya mau membangun padang yang bersih, beragama dan berbudaya. Tapi kok yang saya liat peratura yang menuju kesana tidak ada .

Satu komentar

  1. wah.. foto2nyo ancak2 yo.. yaya grab ndak baa do kan?



Tinggalkan sebuah Komentar